Foto dalam format tiga dimensi kini semakin mudah dibuat dengan hadirnya kamera saku (pocket camera) terbaru Sony Cyber-shot DSC-WX5. Kamera ini dapat merekam foto panorama dalam format 3D yang menggabungkan secara otomatis 15 rekaman dari berbagai sudut pandang yang diambil secara simultan.
"Ini merupakan ther world first compact camera yang bisa rekam 3D panoramic," kata Irfan Rinaldi, Product Manager untuk Cyber-shot PT Sony Indonesia saat memperkenalkannya, Rabu (6/10/2010). Ia mengatakan seri ini merupakan penerus Cyber-shot DSC-WX1 dengan penambahan fitur-fitur baru termasuk kemampuan merekam 3D panoramic untuk pertama kalinya.
Hadirnya Cyber-shot-WX5 merupakan bagian dari kampanye 3D world campaign yang dicanangkan Sony mulai tahun ini untuk menghadirkan hiburan tiga dimensi secara menyeluruh. Sebelumnya, Sony telah memasukkan fitur 3D ke dalam perangkat elektronika buatannya mulai dari televisi.
Deliver information about technology, gadgets, computer, hardware, software, history, environment, health, and many other useful information around the world.
Tampilkan postingan dengan label 3D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3D. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Oktober 2010
Kamera Saku Sony Bisa Potret Foto 3D
Rabu, 06 Oktober 2010
TV 3D Toshiba Gunakan 'Otak' PS3
Toshiba akhirnya secara gamblang telah memperkenalkan televisi 3D yang cukup revolusioner. Pengguna dijanjikan bisa menikmati sajian 3 dimensi tanpa menggunakan kacamata khusus seperti pada umumnya.
Toshiba juga mengklaim inovasinya ini jadi televisi 3D bebas kacamata pertama di dunia yang siap dipasarkan. Cukup sahih memang, karena teknologi televisi 3D bebas kacamata oleh vendor lain sedang dalam tahap pengembangan.
Toshiba juga mengklaim inovasinya ini jadi televisi 3D bebas kacamata pertama di dunia yang siap dipasarkan. Cukup sahih memang, karena teknologi televisi 3D bebas kacamata oleh vendor lain sedang dalam tahap pengembangan.
Selasa, 21 September 2010
Nokia dan Intel Buat Hologram 3D di Ponsel
Pelan tapi pasti, Intel dan Nokia tengah mempersiapkan sebuah terobosan baru di dunia ponsel.
Kedua perusahaan besar ini bekerja sama dengan Finland University of Oulu, baru membuka sebuah fasilitas laboratorium gabungan untuk menyiapkan sebuah teknologi yang mampu membawakan pengalaman virtual reality ke dalam ponsel.
Riset akan menggunakan platform sistem operasi open source MeeGoo, yang diluncurkan Intel dan Nokia pada Februari lalu. Tujuan utamanya adalah mengembangkan antarmuka tiga dimensi (3D) dan virtual reality pada teknologi display yang telah ada, serta kemungkinan pengembangan citra hologram 3D bagi ponsel pintar.
Kedua perusahaan besar ini bekerja sama dengan Finland University of Oulu, baru membuka sebuah fasilitas laboratorium gabungan untuk menyiapkan sebuah teknologi yang mampu membawakan pengalaman virtual reality ke dalam ponsel.
Riset akan menggunakan platform sistem operasi open source MeeGoo, yang diluncurkan Intel dan Nokia pada Februari lalu. Tujuan utamanya adalah mengembangkan antarmuka tiga dimensi (3D) dan virtual reality pada teknologi display yang telah ada, serta kemungkinan pengembangan citra hologram 3D bagi ponsel pintar.
Senin, 20 September 2010
Oakley Siapkan Kacamata 3D Trendy
Ingin tetap bergaya meski sedang melihat film 3 dimensi (3D)? Bisa saja, sebab produsen kacamata Luxottica rencananya akan meluncurkan kacamata 3D trendy dengan menggandeng Oakley.
"Kami sangat bangga dengan terobosan teknologi yang merupakan hasil dari penemuan kami," tukas Chief Executive Luxottica , Andrea Guerra.
"Kami pernah bekerja sama dengan beberapa mitra industri beberapa waktu lalu, termasuk dengan memanfaatkan fasilitas studio DreamWorks Animation untuk pengujiannya," tambahnya.
"Kami sangat bangga dengan terobosan teknologi yang merupakan hasil dari penemuan kami," tukas Chief Executive Luxottica , Andrea Guerra.
"Kami pernah bekerja sama dengan beberapa mitra industri beberapa waktu lalu, termasuk dengan memanfaatkan fasilitas studio DreamWorks Animation untuk pengujiannya," tambahnya.
Senin, 06 September 2010
Cara Kerja Kacamata 3D dan Film 3D
Sekitar 57 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Desember 1952, dimulailah trend film 3D di bioskop. Namun, hanya dalam dua tahun, trend tersebut menghilang, terutama karena masalah teknik yang digunakan.
Efek 3D tidak terlalu mengesankan, yang terlihat hanyalah gambar bayang-bayang apabila kepala sedikit bergerak. Bahkan, banyak penonton yang sakit kepala saat melihat tayangan 3D tersebut.
Pada bioskop-bioskop IMax, efek 3D memang masih ada, namun hanya untuk film-film pendek. Tidak ada 3D untuk feature film yang berdurasi 90 menit atau lebih. Tampaknya kondisi ini akan segera berubah.
Semakin banyak produsen dan studio film yang memproduksi film baru mereka tidak hanya dalam 2D, tetapi juga dalam format 3D. Bahkan, studio film Pixar dan DreamWorks menerapkan 3D sebagai standar film animasi mereka, seperti pada film terbaru mereka Bolt dan Monsters vs. Aliens.
Teknologi dan teknik film 3D kini sudah jauh berbeda dari teknik yang diaplikasikan pada 57 tahun yang lalu. Ada 4 cara kerja yang umum untuk menampilkan film 3D, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
1. XPAND
Teknologi ini dulunya bernama nuvision dan bekerja dengan sebuah lensa pengatur cahaya dan proyektor. Gambar diproyeksikan secara bergantian untuk mata kiri dan kanan.
Efek 3D tidak terlalu mengesankan, yang terlihat hanyalah gambar bayang-bayang apabila kepala sedikit bergerak. Bahkan, banyak penonton yang sakit kepala saat melihat tayangan 3D tersebut.
Pada bioskop-bioskop IMax, efek 3D memang masih ada, namun hanya untuk film-film pendek. Tidak ada 3D untuk feature film yang berdurasi 90 menit atau lebih. Tampaknya kondisi ini akan segera berubah.
Semakin banyak produsen dan studio film yang memproduksi film baru mereka tidak hanya dalam 2D, tetapi juga dalam format 3D. Bahkan, studio film Pixar dan DreamWorks menerapkan 3D sebagai standar film animasi mereka, seperti pada film terbaru mereka Bolt dan Monsters vs. Aliens.
Teknologi dan teknik film 3D kini sudah jauh berbeda dari teknik yang diaplikasikan pada 57 tahun yang lalu. Ada 4 cara kerja yang umum untuk menampilkan film 3D, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
1. XPAND
Teknologi ini dulunya bernama nuvision dan bekerja dengan sebuah lensa pengatur cahaya dan proyektor. Gambar diproyeksikan secara bergantian untuk mata kiri dan kanan.
Langganan:
Postingan (Atom)



285.jpg)

