Satu mitos mengatakan, sering-seringlah makan agar pintar. Tak heran jika banyak orangtua menjadi gemar menyajikan olahan ikan dalam menu harian buah hati mereka. Tapi, benarkah mitos itu?
Seperti dikutip dari laman Shine, sejumlah ikan mengandung lemak omega 3 dan DHA (docosahexaenoic acid) yang bermanfaat untuk pertumbuhan otak. Nutrisi ini sangat baik untuk anak-anak, terutama usia balita.
"DHA terutama bermanfaat dalam dua tahun pertama kehidupan untuk perkembangan otak, kognisi, dan ketajaman visual," kata dokter anak Scott W Cohen, penulis of Eat, Sleep, Poop: A Common Sense Guide to Your Baby’s First Year.
Deliver information about technology, gadgets, computer, hardware, software, history, environment, health, and many other useful information around the world.
Tampilkan postingan dengan label pintar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pintar. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 September 2010
Rabu, 01 September 2010
Bisakah Mengaktifkan Otak Tengah Bikin Anak Jenius?
Einstein memiliki imajinasi 3 dimensi yang tinggi. Dengan duduk melamun ia bisa menciptakan sebuah teori relativitas yang luar biasa. Apa yang membuat Einstein bisa jenius? Benarkah dengan mengaktifkan otak tengah membuat anak bisa jenius?
Dokter spesialis saraf dr Andreas Harry, SpS(K) mengakui kini banyak orangtua yang mengikutkan anaknya untuk pelatihan otak tengah atau aktivasi otak tengah.
Tapi menurutnya, jika yang menjadi tujuan adalah anak menjadi jenius sebenarnya bagian otak yang sangat berperan adalah otak besar bagian luar di wilayah korteks parietal.
Seperti halnya Einstein, ia memiliki korteks parietal yang 1 cm lebih besar dibandingkan dengan orang normal dan memiliki ukuran yang sama besar antara kiri dan kanan. Sedangkan pada orang normal umumnya bagian korteks parietal kiri lebih besar dari kanan.
Hal inilah yang membuat Einstein memiliki imajinasi 3 dimensi yang tinggi. Penemuan ini baru diketahui tahun 1999 seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Dokter spesialis saraf dr Andreas Harry, SpS(K) mengakui kini banyak orangtua yang mengikutkan anaknya untuk pelatihan otak tengah atau aktivasi otak tengah.
Tapi menurutnya, jika yang menjadi tujuan adalah anak menjadi jenius sebenarnya bagian otak yang sangat berperan adalah otak besar bagian luar di wilayah korteks parietal.
Seperti halnya Einstein, ia memiliki korteks parietal yang 1 cm lebih besar dibandingkan dengan orang normal dan memiliki ukuran yang sama besar antara kiri dan kanan. Sedangkan pada orang normal umumnya bagian korteks parietal kiri lebih besar dari kanan.
Hal inilah yang membuat Einstein memiliki imajinasi 3 dimensi yang tinggi. Penemuan ini baru diketahui tahun 1999 seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Langganan:
Postingan (Atom)

-dalam.jpg)