Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kalau cuaca ekstrim masih akan terus berlangsung hingga Februari 2011. Dalam enam bulan mendatang, masyarakat diminta untuk mengantisipasi keadaan ini.
Menurut Kepala BMKG, Sri Woro Buadiati Harijono, pada masa peralihan musim ini, yang perlu diwaspadai adalah adanya Lalina hingga Februari. Selain itu pemanasan temperatur laut hingga Januari 2011 dan aliran air dari Afrika ke Indonesia hingga 2011.
"Kemungkinan baru akan reda pada Januari hingga Februari," ujar Kepala BMKG, Sri Woro, usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Menko Kesra Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 4 September 2010.
Deliver information about technology, gadgets, computer, hardware, software, history, environment, health, and many other useful information around the world.
Tampilkan postingan dengan label cuaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuaca. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 Oktober 2010
Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Februari 2011
Perubahan iklim dan cuaca ekstrem menjadi agenda utama pada rapat koordinasi di Kementerian Kesejahteraan Rakyat, Senin 4 Oktober 2010. Menko Kesra Agung Laksono bahkan berencana akan mengundang bupati dan walikota berkoordinasi mengantisipasi cuaca ekstrem.
“Setiap kabupaten harus memiliki stok khusus mengantisipasi rawan pangan sejumlah 100 ton,” kata Agung Laksono, Senin 4 Oktober 2010. Untuk itu, daerah diharapkan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga diimbau lebih jeli melihat informasi cuaca jika bermaksud bepergian.
Selain menimbulkan wabah penyakit, dan gangguan kesehatan, cuaca ekstrem mengancam produktivitas petani. "Dampaknya telah dirasakan oleh para petani berupa perubahan pola tanam dan gagal panen, serta para nelayan yang tidak berani melaut akibat kondisi cuaca tidak menentu,” jelas Agung Laksono.
“Setiap kabupaten harus memiliki stok khusus mengantisipasi rawan pangan sejumlah 100 ton,” kata Agung Laksono, Senin 4 Oktober 2010. Untuk itu, daerah diharapkan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga diimbau lebih jeli melihat informasi cuaca jika bermaksud bepergian.
Selain menimbulkan wabah penyakit, dan gangguan kesehatan, cuaca ekstrem mengancam produktivitas petani. "Dampaknya telah dirasakan oleh para petani berupa perubahan pola tanam dan gagal panen, serta para nelayan yang tidak berani melaut akibat kondisi cuaca tidak menentu,” jelas Agung Laksono.
Langganan:
Postingan (Atom)

