Rabu, 01 September 2010

Meningkatkan Kecerdasan Dengan Olahraga Jalan

Tak hanya meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh, studi menunjukkan olahraga ringan seperti jalan santai juga dapat meningkatkan kecerdasan.

Ilmuwan menunjukkan bahwa olahraga jalan dengan kecepatan sedang 40 menit selama tiga kali seminggu dapat meningkatkan kecerdasan.

Hal ini karena jalan sedang dapat meningkatkan hubungan antara sirkuit otak, memerangi penurunan fungsi otak yang terkait dengan penuaan dan bahkan meningkatkan kinerja dalam tugas-tugas penalaran.

Untuk menyelidiki hal tersebut, peneliti mengumpulkan partisipan usia 18 sampai 35 tahun dan 59 sampai 80 tahun yang menjalani gaya hidup sehat sebelum studi, setidaknya melakukan aktivitas fisik 30 menit atau lebih selama enam bulan sebelumnya.

"Hampir tak ada satu orang pun yang otaknya hanya aktif pada satu daerah. Jaringan otak memang berkurang seiring dengan usia, tapi efek olahraga jalan bisa memperlambat proses tersebut," ujar Professor Art Kramer, pemimpin penelitian, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (31/8/2010).



Tim peneliti menemukan bahwa orang tua yang lebih fit cenderung memiliki konektivitas yang lebih baik di daerah otak tertentu, terutama yang bertanggungjawab pada tugas perencanaan, prioritas, strategi dan multitasking.

Lalu peneliti mengukur konektivitas otak dan kinerja pada tugas-tugas kognitif di awal penelitian selama enam bulan dan satu tahun setelah kegiatan berjalan dilakukan.

Hasilnya, pada akhir tahun, konektivitas jaringan otak meningkat secara signifikan di otak pejalan kaki. Pejalan kaki mengalami peningkatan signifikan koneksi dalam otak yang membantu dalam pelaksanaan tugas-tugas kompleks dan kognitif.

"Semakin tinggi konektivitas maka semakin baik kinerja pada beberapa tugas kognitif, terutama yang kita sebut tugas kontrol eksekutif, yaitu hal-hal seperti perencanaan, penjadwalan, berurusan dengan ambiguitas, kerja memori dan multitasking," ujar Profesor Kramer.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Ageing Neuroscience.

Sumber: health.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar